BerandaLearning CenterContoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Berserta Tujuannya

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Berserta Tujuannya

Transaksi hutang piutang merupakan hal yang umum terjadi di masyarakat, baik secara pribadi maupun perusahaan. Itu sebabnya, banyak yang mencari contoh surat perjanjian hutang piutang di internet sebagai acuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Misalnya, si peminjam melanggar ketentuan jumlah pembayaran angsuran yang telah disepakati bersama. Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan surat perjanjian utang piutang tersebut, apa tujuannya, dan seperti apa contohnya? Berikut ulasannya.

Apa Itu Surat Perjanjian Hutang Piutang?

Dilansir dari berbagai sumber, yang dimaksud dengan surat perjanjian hutang piutang atau SPH adalah sebuah dokumen resmi yang dibuat secara tertulis. Surat ini memiliki fungsi sebagai bentuk bukti adanya kegiatan peminjaman uang antara pemilik dan penerima. Isi dari SPH, umumnya berupa kesepakatan dan informasi terkait aturan atau ketentuan dari peminjaman uang tersebut.

Mulai dari jangka waktu pengembalian pinjaman, nominal pinjaman, hingga syarat dan risiko jika melanggar isi perjanjian surat perjanjian tersebut. Itu sebabnya, Anda harus perlu tahu contoh surat perjanjian hutang piutang yang terbaik dan isinya lengkap. Dalam membuat SPH, kedua belah pihak (peminjam dan penerima pinjaman) harus memasukkan kartu identitas yang valid.

Sebab, walaupun hutang piutang tersebut dengan saudara, kerabat, atau orang yang sudah dikenal dengan baik, kartu identitas yang valid tetap diperlukan sebagai kelengkapan berkas surat perjanjian. Jika perlu, Anda bisa menghadirkan saksi untuk memperkuat isi perjanjian tersebut. Intinya, dengan dibuatnya surat perjanjian hutang piutang, maka kedua belah pihak telah mencapai kata sepakat mengenai isinya secara hukum.

Berdasarkan jenisnya, SPH terbagi menjadi beberapa kriteria, yaitu surat perjanjian hutang piutang dengan jaminan dan surat perjanjian hutang piutang yang tanpa menggunakan jaminan. Surat perjanjian hutang piutang dengan jaminan dibuat atas kesepakatan bersama dengan menuliskan sebuah jaminan dalam perjanjian tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Ada banyak sekali draft atau contoh surat perjanjian hutang piutang dengan menggunakan jaminan yang bisa Anda pelajari di internet. Tujuan dihadirkannya poin tambahan perihal jaminan ini adalah agar kedua belah pihak tidak menyalahgunakan jaminan tersebut. Sebab, semua aturan sudah ditulis secara jelas dan lengkap dalam surat perjanjian hutang piutang yang telah disepakati kedua belah pihak.

Sedangkan surat perjanjian hutang piutang tanpa jaminan ditulis apabila kedua belah pihak tidak memiliki atau tidak memberikan jaminan. Maka, dalam SPH tersebut tidak ada poin tambahan yang harus ditulis. Hanya saja, tidak ada sanksi yang akan mengikat apabila di suatu hari terjadi hal buruk atau kerugian yang terjadi.

Tujuan Surat Perjanjian Hutang Piutang

Pada dasarnya, surat perjanjian hutang piutang dibuat dengan maksud agar kedua belah pihak saling mempercayai antara satu sama lain. Sebab, SPH menjadi satu bentuk kekuatan hukum untuk peminjaman uang sehingga bisa memberikan ketenangan, baik bagi yang memberikan pinjaman maupun pihak penerima hutang.

Sehingga, apabila terjadi masalah maka transaksi hutang piutang tersebut bisa diadili melalui jalur hukum. Jadi, bisa dikatakan bahwa surat pinjaman hutang piutang tersebut bukan sekadar surat perjanjian biasa, melainkan memiliki beberapa tujuan. Berikut empat tujuan diperlukannya surat perjanjian hutang piutang:

Sebagai Informasi Pihak yang Terlibat

Berdasarkan contoh surat perjanjian hutang piutang, tujuan pertama dibuatnya surat pinjaman tersebut adalah untuk memberikan informasi yang tentang pihak-pihak yang terlibat. Seperti pemberi pinjaman, penerima pinjaman, penjamin, dan saksi. Informasi tersebut berupa nama lengkap, nomor KTP, alamat sesuai KTP, alamat tempat tinggal, nomor telepon yang bisa dihubungi, dan lain sebagainya.

Semua informasi data tersebut harus ditulis secara lengkap dan benar untuk menghindari kesalahan identitas. Anda bisa membuat contoh surat perjanjian hutang piutang dan diperlihatkan kepada pihak-pihak terkait untuk memastikan apakah yang tercantum di perjanjian telah sesuai atau masih ada yang harus direvisi.

Bukti Besaran Hutang dan Waktu Transaksi

Tujuan kedua adalah sebagai bukti nominal pinjaman yang disepakati oleh kedua belah pihak. Selain itu, dengan adanya surat perjanjian tersebut juga sebagai bukti kapan terjadinya transaksi hutang piutang tersebut berlangsung.

Dengan demikian, tidak ada yang bisa mengubah nominal maupun kapan terjadinya hutang dengan maksud untuk melakukan kecurangan.

Menghindari Perselisihan

Tujuan yang ketiga diperlukannya surat perjanjian hutang piutang adalah untuk menghindari adanya pelanggaran seperti telat membayar hutang. Bahkan juga untuk menyelesaikan hal-hal atau perselisihan yang mungkin timbul di masa mendatang. Sebab, semua yang tertulis dalam contoh surat perjanjian hutang piutang yang kemudian dibuat sebagai surat perjanjian hutang piutang asli bisa menjadi bukti yang sah dan kuat di mata hukum.

Untuk Menghindari Risiko Terburuk

Tujuan yang keempat adalah untuk menghindari adanya risiko yang terburuk. Seperti, pihak peminjam tidak bisa membayar, kabur, atau meninggal dunia dan masih menyisakan hutang yang harus dibayar. Dengan adanya surat perjanjian hutang piutang, maka Anda selaku pihak yang memberi pinjaman bisa menagih pembayaran hutang tersebut ke ahli waris.

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

Dalam membuat surat perjanjian hutang piutang (SPH) ini, Anda bisa memilih apakah akan membuat surat perjanjian hutang piutang tanpa jaminan atau dengan jaminan. Hanya saja pada praktiknya, segala sesuatu yang berkaitan dengan perjanjian hutang piutang membutuhkan adanya jaminan, terutama jika jumlah yang dipinjam besar.

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dengan Jaminan

Pembuka

Berisi identitas pribadi kedua belah pihak.

Pasal 1
Berisi tujuan dilakukan peminjaman dan waktu transaksi dilakukan. Contoh, Meminjam uang pada tanggal 16 September 2022 untuk membayar biaya rumah sakit.

Pasal 2
Berisi jangka waktu yang telah disepakati kedua belah pihak beserta dengan tenggat waktunya. Contoh, jangka waktu peminjaman selama 2 tahun dengan angsuran sebesar Rp500 ribu per bulan yang dibayar paling lambat tanggal 10 setiap bulannya.

Pasal 3
Berisi jaminan dan kompensasi dari pihak peminjam yang telah disepakati. Contoh, jaminan berupa sertifikat tanah.

Pasal 4
Berisi tentang masa berlakunya surat perjanjian hutang piutang.

Pasal 5
Berisi tentang cara penyelesaian perselisihan.

Penutup
Berisi tentang harapan dan penegasan bahwa pembuatan SPH tersebut disetujui dan ditandatangani oleh kedua belah pihak tanpa ada paksaan atau tekanan dari pihak manapun.

Surat Perjanjian Hutang Piutang

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama : Dara
2. Umur : 35 tahun
3. Pekerjaan : Pengusaha
4. No. KTP / SIM :307333421995003
5. Alamat : Jl. Baker no. 6, Cileunyi, Bandung
6. Telepon : 08135176210

Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA yang akan bertindak atas dan untuk nama diri sendiri.

Nama : Mina
Umur : 40 tahun
Pekerjaan : Pegawai Negeri
No. KTP / SIM : 3175101575704
Alamat : Jl. Elm no. 27B, Serang, Banten
Telepon : 0847209343536

Untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA yang akan bertindak atas dan untuk nama sendiri.

Dengan ini menyetujui adanya perjanjian utang piutang sebagaimana tertulis di surat ini dengan syarat-syarat sebagai berikut.

1. PIHAK PERTAMA meminjam utang kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp 30.000.000,00 (Tiga Puluh Juta Rupiah) secara sahih dan telah diakui dua belah pihak.

2. PIHAK PERTAMA mengakui telah menerima jumlah uang secara lengkap dari PIHAK KEDUA sebelum menandatangani Surat Perjanjian ini dengan tanda bukti penerimaan yang terlampir.

3. PIHAK PERTAMA berjanji akan membayar utang sebesar Rp 30.000.000,00 (Tiga Puluh Juta Rupiah) dengan jumlah angsuran pembayaran sekurang-kurangnya Rp 3.000.000,00 (Tiga Juta Rupiah) setiap bulan dalam kurun waktu maksimal 10 (sepuluh) bulan.

4. Pembayaran akan dilakukan oleh PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya setiap tanggal 21 (dua puluh satu) setiap bulan sampai akhirnya lunas.

5. PIHAK PERTAMA dibebaskan dari bunga utang, sehingga jumlah pembayaran secara keseluruhan menyesuaikan jumlahnya dengan jumlah pinjaman asli PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

6. PIHAK PERTAMA akan langsung membayarkan uang angsuran tersebut kepada PIHAK KEDUA di kediaman PIHAK KEDUA yang beralamat di Jl. Elm no. 27B, Serang, Banten.

7. PIHAK PERTAMA juga akan membayar melalui nomor rekening PIHAK KEDUA melalui BNI (Bank Negara Indonesia) dengan nomor rekening 809.876.234 atas nama PIHAK KEDUA

8. Penyetoran harus dilakukan sesuai dengan ayat 4 dari surat ini. PIHAK PERTAMA harus membetahukan kepada PIHAK KEDUA bahwa pembayaran telah dilaksanakan dengan memberikan bukti pembayaran dalam kwitansi atau bukti transfer bank.

9. Apabila PIHAK PERTAMA melanggar ayat-ayat yang tertulis di surat ini, maka PIHAK KEDUA berhak menagih sebagian atau secara penuh jumlah utang PIHAK PERTAMA secara seketika atau langsung. Pelanggaran atau pengabaian kewajiban PIHAK PERTAMA dapat dianggap bahwa PIHAK PERTAMA telah gagal memenuhi kewajibannya tanpa perlu dibuat pernyataan untuk itu.

11. PIHAK PERTAMA menyerahkan jaminan kepada PIHAK KEDUA berupa satu kendaraan Motor Mio Scoopy dengan plat nomor D 1743 AHY.

12. Jika terdapat perselisihan, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang telah bersepakat atas perjanjian utang piutang ini akan menempuh jalan kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat untuk menyelesaikan perselisihan yang mungkin akan timbul.

13. Jika jalan kekeluargaan atau musyawarah dianggap tidak berhasil untuk menyelesaikan perselisihan kedua belah pihak, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menempuh jalan hukum dengan memilih domisili di Serang pada Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Serang dengan segala akibatnya.

Surat perjanjian ini dibuat di atas kertas bermaterai Rp 10.000,000 (Sepuluh Ribu Rupiah) yang dibuat rangkap dua berkekuatan hukum yang sama serta dipegang oleh masing-masing PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

Demikian surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani di KEDAI CENTRAL PERK, Jl. Persahabatan no. 112, Serang, Banten oleh kedua belah pihak pada tanggal 8 (delapan) September tahun 2005 (dua ribu lima).

PIHAK PERTAMA                                          PIHAK KEDUA

[ ————————- ]                               [ ———————— ]

Saksi-saksi

Aditya
Faisal
Rara
Tegar

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang dengan Tanpa Jaminan

Pada dasarnya, SPH tanpa jaminan mirip dengan SPH yang menggunakan jaminan. Isinya dibuat lebih sederhana dan tidak dicantumkannya jaminan dalam isi perjanjian tersebut. Simak contoh surat perjanjian hutang piutang tanpa jaminan berikut ini:

Judul
Letak judul di bagian tengah dokumen perjanjian dengan menggunakan huruf kapital.

Pembuka
Berisi waktu pembuatan surat perjanjian dan data pribadi kedua belah pihak.

Isi
Berisi tentang maksud dan tujuan dibuatnya surat perjanjian tersebut, nominal yang dipinjamkan, syarat dan metode pembayaran, kompensasi, dan lain-lain.

Penutup
Berisi tentang penegasan bahwa perjanjian hutang piutang tersebut dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak secara sadar dan tanpa tekanan dari pihak manapun.

Surat Perjanjian Hutang Piutang

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama : Faisal
2. Umur : 29 tahun
3. Pekerjaan : Bapak Rumah Tangga
4. No. KTP / SIM : 3176331721894003
5. Alamat : Jl. Sesama no. 3A, Tangerang Selatan, Bandung
6. Telepon : 08147177077

Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA yang akan bertindak atas dan untuk nama diri sendiri.

Nama : Aditya
Umur : 39 tahun
Pekerjaan : Pengusaha
No. KTP / SIM : 31063016223988
Alamat : Jl. Taman Jurasik no. 46, Cibinong, Bogor
Telepon : 0813045720934

Untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA yang akan bertindak atas dan untuk nama sendiri.

Dengan ini menyetujui adanya perjanjian utang piutang sebagaimana tertulis di surat ini dengan syarat-syarat sebagai berikut.

1. PIHAK PERTAMA meminjam utang kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp 6.000.0000 (Enam Juta Rupiah) secara sahih dan telah diakui dua belah pihak.

2. PIHAK PERTAMA mengakui telah menerima jumlah uang secara lengkap dari PIHAK KEDUA sebelum menandatangani Surat Perjanjian ini dengan tanda bukti penerimaan yang terlampir.

3. PIHAK PERTAMA berjanji akan membayar utang sebesar Rp 6000.000,00 (Enam Juta Rupiah) dengan jumlah angsuran pembayaran sekurang-kurangnya Rp 1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah) setiap bulan dalam kurun waktu maksimal 6 (enam) bulan.

4. Pembayaran akan dilakukan oleh PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya setiap tanggal 30 (tiga puluh) setiap bulan sampai akhirnya lunas.

5. PIHAK PERTAMA dibebaskan dari bunga utang, sehingga jumlah pembayaran secara keseluruhan menyesuaikan jumlahnya dengan jumlah pinjaman asli PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

6. PIHAK PERTAMA juga akan membayar melalui nomor rekening PIHAK KEDUA melalui BRI (Bank Rakyat Indonesia) dengan nomor rekening 607.421.324 atas nama PIHAK KEDUA

7. Penyetoran harus dilakukan sesuai dengan ayat 4 dari surat ini. PIHAK PERTAMA harus membetahukan kepada PIHAK KEDUA bahwa pembayaran telah dilaksanakan dengan memberikan bukti pembayaran dalam kwitansi atau bukti transfer bank.

9. Apabila PIHAK PERTAMA melanggar ayat-ayat yang tertulis di surat ini, maka PIHAK KEDUA berhak menagih sebagian atau secara penuh jumlah utang PIHAK PERTAMA secara seketika atau langsung. Pelanggaran atau pengabaian kewajiban PIHAK PERTAMA dapat dianggap bahwa PIHAK PERTAMA telah gagal memenuhi kewajibannya tanpa perlu dibuat pernyataan untuk itu.

12. Jika terdapat perselisihan, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang telah bersepakat atas perjanjian utang piutang ini akan menempuh jalan kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat untuk menyelesaikan perselisihan yang mungkin akan timbul.

13. Apabila di kemudian hari ternyata PIHAK PERTAMA tidak dapat membayar hutang kepada PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA bersedia dikenakan Sanksi/Denda dari PIHAK KEDUA.

Demikian surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani di KANTOR DUNDER MIFFLIN, Jl. Gordon no. 75, Sukasari, Bogor oleh kedua belah pihak pada tanggal 17 (tujuh belas) Februari tahun 2013 (dua ribu tiga belas).

PIHAK PERTAMA                                         PIHAK KEDUA

[ ————————- ]                               [ ———————— ]

Saksi-saksi

Lulu
Azhar
Rara
Bakti

Masih Ingin Membaca?


Kembali ke blog

Streamline bill payments & invoice collections.

Use Peakflo accounts payable & receivable automation software. Spend less on managing your payments and get paid 2x faster!

Lulu
Lulu
Lulu, seorang content marketer di Peakflo, berambisi untuk membantu bisnis memaksimalkan arus kas mereka melalui konten informatif. Di waktu senggang, Lulu suka bermain dengan adiknya atau kelima kucingnya yang sama-sama menggemaskan.

Artikel Terkait

- Advertisment -
Google search engine

Artikel Terbaru