fbpx
Home > Learning Center > Utang Usaha Itu Liabilitas atau Aset? Cari Tahu Sekarang!

Utang Usaha Itu Liabilitas atau Aset? Cari Tahu Sekarang!

Accounts Receivable

Tiap aktivitas finansial perusahaan pasti harus dimasukkan ke dalam entri akuntansi. Sebagian entri dalam pembukuan merupakan aset atau liabilitas. Bagi pemilik baru, antara aset dan liabilitas bisa membingungkan. Contohnya utang usaha, apakah ini akan jadi entri di akun aset atau liabilitas?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, sebelumnya penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu utang usaha. Ini merupakan salah satu aspek esensial dalam keuangan perusahaan. Memahami harus memasukkan utang usaha ke akun mana dalam laporan perusahaan tentunya sangat krusial.

Table of Contents

Apa Itu Utang Usaha?

Utang usaha atau utang dagang adalah utang jangka pendek yang digunakan sebuah bisnis untuk pembelian barang, bahan-bahan, peralatan, atau jasa tertentu dari vendor. Ini biasa dilakukan dalam sebuah bisnis untuk membeli bahan mentah, suplai, inventaris, dan jasa lain yang dibutuhkan, tanpa membayar tunai. Tentunya utang ini tetap harus dibayar di tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan sebelumnya.

Membayar utang usaha tepat waktu sangat penting, untuk menghindari dikenakannya denda dan kenaikan bunga. Pada umumnya, utang usaha jangka waktunya adalah 30 hari hingga beberapa bulan, tapi tak lebih dari satu tahun.

Sudah paham akan pengertian utang usaha? Tiap kali perusahaan kita melakukan pembelian secara kredit, kita harus mencatat transaksi non tunai tersebut ke dalam buku besar perusahaan. Kemudian, pengeluaran ini dicatat kembali di akun hutang neraca yang berada di bawah kewajiban lancar.

Mengapa Utang Usaha Itu Penting?

Hutang usaha perannya sangat penting dalam arus kas perusahaan. Definisi sederhana dari utang usaha adalah kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan dalam jangka waktu pendek.ย 

Bila perusahaan kita punya performa utang usaha yang baik, maka arus kas secara keseluruhan akan terlihat positif. Sebaliknya, performa utang usaha yang buruk akan memberikan dampak negatif bagi bisnis kita.

Satu-satunya cara untuk memiliki performa utang usaha yang baik sebenarnya sangat simpel, yaitu: jangan pernah membayar utang usaha terlalu awal atau sebaliknya, membayar telat. Kenapa tidak membayar lebih awal? Karena uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan perusahaan yang lebih penting. Selain itu, membayar terlalu awal juga akan membuat arus kas perusahaan kita condong ke arah defisit.

Sebaliknya, membayar utang usaha terlambat juga harus dihindari. Kita ingin menjaga hubungan baik dengan berbagai vendor. Hubungan baik ini ke depannya memberi peluang untuk negosiasi dengan syarat yang lebih ringan. Tentunya ini akan berpengaruh pada arus kas perusahaan.

Lebih Percaya Diri dalam Membuat Keputusan Bisnis dengan Laporan Arus Kas Peakflo

Dapatkan prediksi AI yang akurat untuk kinerja arus kas Anda di bulan berikutnya.

Pengertian Liabilitas dan Aset

Setelah memahami apa itu utang usaha, saatnya mengetahui apa itu aset dan liabilitas. Keduanya merupakan akun inti dari pembukuan perusahaan. Keduanya sangat berpengaruh pada arus kas. Berikut ini penjelasannya.

Apa Itu Liabilitas?

Liabilitas adalah kewajiban yang menjadi tanggungan perusahaan kita terhadap pihak lain, misalnya pada bank, vendor, dan penyedia utilitas. Dapat dikatakan, liabilitas adalah lawannya aset. Kalau aset merupakan millik perusahaan, maka liabilitas adalah sesuatu yang dipinjam perusahaan dari pihak lain.

Akun liabilitas dapat dibagi berdasarkan konversinya ke uang tunai, yaitu:

  • Liabilitas Lancar, yaitu kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan dalam waktu kurang dari 1 tahun. Kita dapat membayar kewajiban jangka pendek ini dengan aset perusahaan seperti uang tunai. Contoh liabilitas lancar di antaranya adalah pinjaman bank dan hutang dagang pada vendor.
  • Liabilitas Jangka Panjang, merupakan kewajiban yang harus dibayarkan tapi jangka waktunya lebih dari 1 tahun. Contohnya adalah pinjaman bank jangka panjang dan jenis hutang lainnya yang jangka waktunya lebih dari 12 bulan.

Apa Itu Aset?

Aset adalah semua sumber daya yang dimiliki dan dikontrol oleh perusahaan kita. Sumber daya ini dapat membantu bisnis menghasilkan pendapatan untuk arus kas saat ini dan masa depan. Selain itu, aset perusahaan juga mampu meningkatkan nilai ekuitas perusahaan, meningkatkan kekayaan bersihnya.

Secara garis besar, akun aset terbagi menjadi dua berdasarkan likuiditasnya, yaitu:

  • Aset Lancar; merupakan aset perusahaan yang paling likuid, dapat dikonversikan menjadi yang tunai dalam waktu kurang dari 1 tahun. Contoh aset lancar adalah uang tunai, instrumen yang setara dengan uang tunai, inventaris, piutang usaha, dan surat berharga seperti obligasi dan saham.
  • Aset Tetap; aset yang sifatnya kurang lancar dibandingkan aset lancar. Untuk mengubah aset tetap menjadi uang tunai, biasanya dibutuhkan waktu lebih dari 1 tahun. Contoh aset tetap adalah tanah, bangunan dan peralatan perusahaan. Jika perusahaan tidak bermaksud menjualnya atau dicairkan dalam waktu kurang dari 1 tahun, maka menjadi aset tetap.

Selain dibagi berdasarkan likuiditas, aset juga dapat dibagi berdasarkan keberadaan fisiknya, yaitu:

  • Aset Berwujud; merupakan aset apa saja yang memiliki bentuk fisik. Aset berwujud dapat berupa aset lancar maupun aset tetap. Contoh aset berwujud adalah uang tunai, tanah, inventaris, tanah dan peralatan.
  • Aset Tak Berwujud; merupakan aset yang tidak memiliki keberadaan fisik. Misalnya hak paten, hak cipta, merek dagang, hingga rahasia dagang sebagai aset.

Aset masih bisa dibagi lagi menurut penggunaannya yaitu:

  • Aset Operasional; merupakan aset perusahaan yang digunakan dalam aktivitas operasional perusahaan sehari-hari. Jadi ini adalah aset yang sangat diperlukan untuk mendapatkan penghasilan.
  • Aset Non Operasional; merupakan aset yang tidak dianggap sebagai bagian dari aktivitas operasional perusahaan. Misalnya saja tanah yang tidak atau belum digunakan, peralatan tambahan, investasi, dan lain sebagainya.

Utang Usaha: Liabilitas atau Aset?

Jadi, utang usaha termasuk liabilitas atau aset? Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, di dalam buku besar perusahaan, utang usaha termasuk ke dalam akun liabilitas. Utang usaha merupakan utang jangka pendek dengan periode umumnya di bawah 12 bulan. Sering kali hanya berlaku selama 30 โ€“ 90 hari saja.

saving calculator
Cari tahu seberapa banyak Anda dapat menghemat dengan manajemen utang usaha yang efisien!

Liabilitas lancar adalah kewajiban yang harus diselesaikan dalam waktu kurang dari 1 tahun. Jadi utang usaha adalah contoh liabilitas lancar yang sangat tepat. Utang usaha memang dapat membantu sirkulasi arus kas. Tapi ini tidak dianggal sebagai aset karena merepresentasikan kewajiban yang harus dibayar dalam waktu dekat.

Perusahaan mencatat utang usaha dalam buku besar bersamaan dengan kewajiban lancar lainnya yang harus dibayar dalam jangka pendek. Misalnya saja pinjaman dari bank dan utang pajak. Jadi sudah jelas posisi utang usaha di buku besar adalah di bawah kewajiban atau liabilitas lancar.

Automasi dapat mengatur perusahaan kita untuk mengatur utang usaha dengan lebih tertata. Kita tidak akan keliru memasukkan utang usaha menjadi aset. Selain itu, perusahaan akan terbantu dengan adanya pengingat pembayaran faktur vendor. Jadi perusahaan tidak akan telat membayar dan terkena denda maupun terlalu dini dan terlihat sebagai bisnis dengan finansial defisit.ย 

Masih Ingin Membaca?