fbpx
Home > Learning Center > Surat Perjanjian Hutang Piutang: Manfaat dan Komponen Penting

Surat Perjanjian Hutang Piutang: Manfaat dan Komponen Penting

Hutang piutang

Jika ingin sebuah usaha atau bisnis berkembang dengan baik, Anda harus menyusun rencana sebaik mungkin dan menjalankannya dengan benar. Modal adalah salah satu pondasi terpenting yang perlu diperhatikan dan dimiliki untuk membuat sebuah usaha yang sukses. 

Tetapi sebelum itu, Anda perlu memahami surat perjanjian hutang piutang dalam sebuah usaha atau saat akan menjalankannya.

Table of Contents

Mengapa Anda Memerlukan Surat Perjanjian Utang?

Fakta menunjukkan bahwa bisnis yang tidak mengajukan pinjaman modal memiliki tingkat kegagalan bisnis hingga 70%. 

Karena itu, Anda perlu mempertimbangkan peminjaman modal guna melancarnya perkembangan sebuah usaha atau perusahaan dengan pesat. Tetapi, ketahui bahwa tidak sedikit perusahaan yang mengabaikan adanya atau pentingnya surat perjanjian hutang dalam mengajukan pinjaman modal usaha tentu .

Bila Anda meminjam uangnya ke intitusi keuangan seperti bank, biasanya perjanjian utang sudah disedikan oleh pihak bank dan perusahaan cukup menandatanganinya. Tapi, berbeda dengan perusahaan yang memperoleh pinjaman dari pihak lain, misalnya seorang teman. Karena Anda perlu membuat surat perjanjian hutang piutang yang sah untuk memperjelas hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Jikalau Anda mengabaikan tentang surat perjanjian hutang, tentunya tidak menutup kemungkinan permasalahan akan muncul dikemudian hari. Jadi, bukannya memiliki sebuah usaha atau perusahaan yang berkembang pesat atau untung, Anda malah memiliki usaha yang bisa saja rugi besar. 

Belum lagi banyaknya waktu yang tersita untuk menyelesaikan perselisihan dengan kreditor karena hubungan yang tidak berjalan dengan baik.

Jenis Perjanjian Utang-Piutang

Berikut adalah jenis-jenis perjanjian utang-piutang.

Surat Perjanjian Utang dengan Jaminan Khusus

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) membedakan jaminan menjadi jaminan umum dan jaminan khusus. Jaminan khusus adalah adanya benda yang secara khusus menjadi jaminan melalui 4 cara, yaitu: Gadai, Fidusia, Hak Tanggungan, dan Hipotek Kapal.

Dengan mengetahui keempat jenis itu, Anda dapat memilih jenisnya tergantung dengan benda yang anda jadikan jaminan. Misalnya untuk benda bergerak dan jaminan berada pada tangan kreditor selama utang belum terlunasi, maka bisa memakai gadai. Tetapi berbeda cerita bila benda yang anda jadikan sebagai jaminan adalah benda tidak bergerak seperti tanah.

Akan menggunakan hak tanggungan dan perjanjian jaminan tersebut secara terpisah yang mana biasanya memakai akta notaril. 

Bila perusahaan yang Anda geluti sebagai debitur tidak bisa melunasi utang tersebut nantinya akan sesuai tenggat waktu yang sudah tersedia. Akan membuat si pemberi pinjaman (kreditor) berhak untuk mengeksekusi jaminan tersebut sebagai bentuk pelunasan utang debitur.

Surat Perjanjian Utang dengan Jaminan Umum

Berdasarkan Pasal 1131 KUHPer, seluruh benda pihak yang berutang (debitur), baik benda bergerak maupun tidak bergerak, benda yang sudah ada sekarang maupun benda yang akan anda peroleh suatu hari merupakan jaminan atas perjanjian yang debitur buat. 

Artinya, meskipun tidak tersebutkan secara khusus mengenai jenis jaminan kebendaan, harta benda debitur secara keseluruhan otomatis merupakan jaminan secara umum. Namun, kreditor tidak berhak untuk langsung mengeksekusi jaminan umum tersebut apabila debitur tidak melunasi utangnya sebagaimana yang telah debitur dan kreditur sepakati.

Komponen Penting yang Harus Ada Dalam Surat Perjanjian Utang

Perlu Anda ketahui, sebelum membuat atau menandatangani surat perjanjian utang piutang ada beberapa komponen yang harus Anda perhatikan dengan baik. Di bawah ini adalah beberapa komponennya:

  • Nominal dan Tanggal Jatuh Tempo. Bagian ini mencantumkan dengan lengkap nominal utang yang kreditur berikan dan tanggal jatuh tempo kapan utang ini wajib debitur lunasi. Apakah secara bertahap, atau seluruhnya pada saat jatuh tempo.
  • Penyelesaian Perselisihan. Pasal ini merupakan ketentuan yang pasti ada hampir seluruh jenis perjanjian. Fungsinya adalah untuk menghindari timbulnya perselisihan yang berlarut-larut sehingga sebaiknya perlu kesepakatan dari awal mengenai bagaimana menyelesaikan hal-hal atau perselisihan.
  • Syarat Pendahuluan. Untuk perjanjian utang tertentu terutama yang nominalnya besar, kreditor akan mencantumkan syarat pendahuluan yang harus debitur penuhi sebelum uang pinjaman kreditur berikan. Seperti, perusahaan harus memiliki seluruh perizinan yang perlu untuk menjalankan kegiatan usahanya.
  • Bunga. Dalam setiap perjanjian utang umumnya terdapat bunga yang harus debitur bayarkan. Tetapi, besaran bunga ini dapat para pihak sepakati.
  • Denda. Dalam membuat perjanjian, risiko-risiko atau pelanggaran yang mungkin terjadi di kemudian hari perlu diminimalisir dengan tepat. Risiko yang paling umum adalah keterlambatan pembayaran dari debitur. Jika hal ini terjadi, maka kreditor dapat mengalami kerugian. Oleh karena itu, ketentuan mengenai denda perlu tercantum agar debitur juga lebih bertanggung jawab dalam memenuhi kewajibannya.
  • Tujuan. Ketika perusahaan memutuskan untuk mengajukan pinjaman tentunya harus ada tujuan yang jelas mengenai penggunaan uang tersebut. Contohnya uang pinjaman itu akan debitur gunakan untuk pengembangan produk atau untuk ekspansi perusahaan. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari adanya penyalahgunaan uang pinjaman oleh debitur.

Pentingnya Surat Perjanjian Utang

Dalam segala kegiatan bisnis, surat perjanjian menjadi hal penting yang perlu namun sering orang abaikan, bahkan ketika Anda melakukan pinjaman modal atau memberikan pinjaman kepada pihak lain. Jika pihak saling mengenal baik, biasanya para pihak sudah saling percaya satu sama lain dan tidak membuat perjanjian utang.

Padahal memiliki manfaat surat perjanjian hutang piutang yang penting pengaruhnya. Berikut ini alasan mengapa surat perjanjian utang penting untuk dibuat dan disepakati bersama:

Kejelasan atas Transaksi

Perlu Anda ketahui bahwa surat perjanjian utang berisi kesepakatan yang telah kedua belah pihak setujui yang terlibat utang piutang. Didalamnya mencakup besaran utang yang kreditur berikan, kapan utang debitur terima, dan kapan utang harus debitur kembalikan. Ketiga hal ini penting dicantumkan dengan jelas dalam surat perjanjian utang. Agar perjanjian tersebut sah dan dapat dilaksanakan, Anda juga harus memperhatikan syarat sah perjanjian yang diatur dalam KUHPer.

Menghindari Perselisihan di Kemudian Hari

Adanya surat perjanjian utang dapat meminimalisir perselisihan yang mungkin timbul. Karena sudah terdapat kejelasan mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak, yang ditandatangani oleh kedua belah pihak secara sadar dan tanpa tekanan dari pihak manapun. Penandatanganan surat perjanjian hutang piutang ini juga diakui oleh hukum.

Sehingga salah satu pihak tidak bisa seenaknya memulai perselisihan jika tidak ada ketentuan yang dilanggar oleh pihak lainnya. Selain itu, apabila perselisihan tetap terjadi dan tidak dapat dihindari, dalam surat perjanjian utang dapat diatur mengenai tata cara penyelesaian perselisihan agar perselisihan tidak terjadi berlarut-larut.

Mengurangi Risiko yang Mungkin Terjadi

Di setiap transaksi, risiko akan selalu ada mulai dari yang berdampak besar hingga risiko yang minor. Tetapi, seluruh risiko itu dapat diminimalisir dengan adanya ketentuan jelas yang mengatur tentang hal-hal yang mungkin terjadi di kemudian hari. Yang paling besar dalam surat perjanjian utang adalah debitur terlambat membayar atau mungkin debitur tidak mampu melunasi utang.

Hal tersebut yang bisa membuat minimalisir, misalnya dengan dibuat aturan mengenai denda dan para pihak juga dapat membuat perjanjian jaminan yang terpisah. Karena bisa debitur memberikan jaminan kebendaan kepada kreditor dan kreditor dapat mengeksekusi benda tersebut. Bila debitur tidak mampu dan tidak ada iktikad baik untuk melunasi utang.

Untuk contoh surat perjanjian hutang piutang bisa di lihat di bawah ini!

Surat Perjanjian Hutang Piutang

Pada hari ini, (hari/bulan/tahun), kami yang bertanda tangan di bawah ini setuju membuat Surat Perjanjian Hutang Piutang, yaitu:

Nama: Tegar
Umur: 35 tahun
Pekerjaan: Pegawai Swasta
Alamat: Jln. Sukajati No.10 RT03 RW11, Bandung, Jawa Barat

Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

Nama: Bakti
Umur: 40 tahun
Pekerjaan: PNS
Alamat: Komplek Cimenghar Indah 203, Garut, Jawa Barat

Untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

Melalui surat perjanjian ini disetujui oleh kedua belah pihak ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di bawah ini:

  1. PIHAK PERTAMA telah menerima uang Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah) dari PIHAK KEDUA di mana uang tersebut adalah hutang atau pinjaman.
  2. PIHAK PERTAMA bersedia memberikan jaminan yaitu sertifikat rumah yang nilainya dianggap sama dengan uang pinjaman dari PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA berjanji akan melunasi uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA dengan tenggang waktu 12 (dua belas) bulan terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian ini.
  4. Apabila nantinya di kemudian hari ternyata PIHAK PERTAMA tidak dapat membayar hutang tersebut, maka PIHAK KEDUA memiliki hak penuh atas barang jaminan baik untuk milik pribadi maupun dijual kembali kepada orang lain.
  5. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap dan masing-masing bermaterai cukup dan memiliki kekuatan hukum yang sama. Masing-masing surat untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
  6. Surat Perjanjian dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak secara sadar dan tanpa tekanan dari pihak manapun di tempat dan waktu penandatanganan Surat Perjanjian ini.
  7. Jika dikemudian hari timbul perselisihan, kami bersepakat akan menyelesaikannya secara hukum.

Demikian Surat Perjanjian Hutang di atas meterai ini dibuat di hadapan saksi-saksi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani untuk dijadikan pegangan hukum bagi masing-masing pihak.

PIHAK PERTAMA                         PIHAK KEDUA

(Tegar)                                              (Bakti)

Para Saksi (dua dari PIHAK PERTAMA, dua dari PIHAK KEDUA)

Faisal
Rara 
Azhar

Itulah pembahasan dari surat perjanjian hutang piutang yang perlu Anda pahami dan jangan mengabaikannya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi.

Peakflo bisa membantu kamu secara maksimal dalam membuat laporan piutang. Cara menggunakan Peakflo mudah, bahkan kalau kamu bukan ahli di bidang teknologi pun bisa menggunakan aplikasi ini tanpa kesulitan. Cepat dipelajari dan mudah dipahami. Bagaimana? Tertarik untuk tahu lebih lanjut? 

Masih Ingin Membaca?