fbpx
Home > Learning Center > Apa Itu Free Cash Flow dan Cara Menghitungnya?

Apa Itu Free Cash Flow dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Investor with laptop monitoring growth of dividends

Berbicara tentang uang kas, maka Free Cash Flow (FCF) sangat penting untuk dipahami. Sebagaimana yang diketahui, uang tunai atau kas merupakan sebuah aset paling utama dalam suatu perusahaan. Sebab, lebih mudah untuk digunakan dalam waktu kapan pun.

Itulah sebabnya, Anda perlu menghitung keberadaan uang kas dengan teliti hingga sisa dari kegiatan operasional. FCF dapat digunakan untuk mengamati efisiensi perusahaan dalam menggunakan uang tunai. Berikut informasi lebih rinci FCF beserta cara menghitung arus kas bebas yang patut dikuasai.

Table of Contents

Pengertian Free Cash Flow (FCF)

Sebagai informasi, Free Cash Flow (FCF) atau arus kas bebas adalah pendapatan akhir uang kas yang berada dalam rekening suatu perusahaan setelah dikurangi dengan biaya operasional pada satu periode. Biaya operasional yang dimaksud mencakup investasi modal, depresiasi, dan pembayaran pajak.

Apabila Anda mempunyai saham tertentu dalam perusahaan, maka pembayaran saham tersebut berasal dari FCF. Umumnya arus kas bebas dimanfaatkan dalam penilaian yang cukup akurat untuk memahami keuntungan bisnis. Sebab, FCF lebih sulit untuk dimanipulasi serta dapat memaparkan kondisi perusahaan terkini.

Manfaat Free Cash Flow

Pemahaman tentang Free Cash Flow adalah dasar yang patut dikuasai saat menjalankan suatu bisnis. Informasi pada FCF, akan digunakan bagi para investor untuk mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam membayar dividen kelak. Secara logika, siapapun tentu ingin menghasilkan keuntungan dari berinvestasi.

Data Free Cash Flow memberikan informasi tentang performa perusahaan dengan jelas. Kemudian, FCF berguna untuk mempermudah sistem pembagian dividen pada setiap pemegang saham. Apabila nilai FCF besar, maka dividen yang akan diterima juga akan bertambah banyak.

Selain manfaat FCF yang telah dijelaskan di atas, data tersebut juga dapat digunakan sebagai perbaikan fasilitas. Sebelum pembagian dividen untuk pemegang saham, FCF berperan untuk pengalokasi pengeluaran modal. Salah satunya, berupa perbaikan kantor beserta alat penunjang lainnya.

Cara Menghitung Free Cash Flow

Sesuai dengan definisinya dari FCF, maka dapat diperoleh informasi bahwa Free Cash Flow diterima dari arus kas yang telah dikurangi dengan pembayaran modal. Dengan demikian, perhitungannya tidak terlalu sulit. Secara ringkas, menghitung arus kas bebas dapat dirumuskan dalam formula khusus sebagai berikut:

FCF = arus kas operasi - pembayaran modal

Kenaikan arus kas bebas pada suatu perusahaan, diyakini akan membawa imbalan lebih besar untuk investor. Apabila yang terjadi sebaliknya, menandakan bahwa perusahaan tidak mampu mempertahankan pendapatan. Hal ini, dapat berakibat meningkatnya beban hutang perusahaan.

Selain cara di atas, cara menghitung arus kas bebas dapat dilakukan dengan menggunakan laporan laba rugi dan neraca. Peninjauan dikerjakan untuk mencari pendapatan bersih yang kemudian dilanjutkan dengan penyesuaian tambahan pada perubahan modal.

Langkah untuk Mendapatkan Free Cash Flow Formula

Meski cara menghitung FCF cukup mudah, akan tetapi ada sejumlah tahapan untuk memperoleh formulanya. Dengan ketelitian, tentunya Anda tidak akan terlalu sulit untuk menemukan FCF yang dicari. Berikut panduan untuk menemukan formulanya yang perlu dilakukan, diantaranya:

1. Uang Tunai dari Operasi dan Penghasilan Bersih

Perlu Anda ketahui bahwa kas operasi juga erat kaitannya dengan laba bersih. Sebab nilai kas operasi dapat diperoleh dari total keuntungan bersih yang sudah diakumulasi dengan pengeluaran non tunai serta disesuaikan pada perubahan modal kerja. Secara ringkas, berikut rumus yang dituliskan:

Kas operasi = biaya non tunai + penghasilan laba bersih - modal kerja non tunai perusahaan

2. Biaya Non-tunai

Setelah memperoleh formula diatas, kini saatnya menghitung berapa besar biaya pengeluaran non-tunai yang perlu dimasukkan. Untuk menyelesaikannya Anda dapat memecah perhitungan untuk biaya non tunai sendiri. Dengan demikian, akan lebih mudah dalam menghitungnya.

Biaya non tunai erat kaitannya dengan keseluruhan item dalam laporan laba dan rugi, namun sama sekali tidak mempengaruhi uang tunai. Seperti amortisasi dan depresiasi, untung atau rugi, kompensasi, dan biaya penurunan nilai. Berikut rumus untuk menghitung biaya non tunai secara ringkas:

Penyesuaian (biaya non tunai) = amortisasi + depresiasi + untung/rugi investasi + biaya penurunan nilai + kompensasi saham.

3. Perubahan Modal Kerja Non-Tunai

Untuk melihat seberapa besar modal kerja non-tunai diperlukan formula cukup panjang, namun apabila mampu memahaminya maka Anda tidak akan kesulitan. Bagi perusahaan dengan susunan neraca yang bersifat kompleks, maka rumus perubahan modal kerja non tunai tertulis di bawah ini:

Modal kerja non tunai = (AR sekarang - AR sebelumnya) + (inventaris sekarang - inventaris periode sebelumnya) - (AP sekarang - AP periode sebelumnya)

Keterangan:
AP: utang datang perusahaan
AR: piutang dagang perusahaan

4. Pengeluaran Modal

Ada kemungkinan besar bahwa Anda memperoleh belanja modal perusahaan tanpa didahului penyusunan laporan arus kas. Sebab, terdapat rumus yang bisa diterapkan dengan memanfaatkan laporan laba dan rugi. Berikut rumus pengeluaran modal yang perlu dipahami:

CapEx = PP&E masa sekarang - PP&E masa sebelumnya + Depresiasi dan Amortisasi dalam perusahaan

5. Gabungkan Komponen-komponen Rumusย Free Cash Flow

Setelah memperoleh beberapa rumus di atas, menghitung arus kas bebas (FCF) bisa dijabarkan secara rinci. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan nilai FCF yang tepat menggunakan perhitungan teliti. Berikut gabungan dari komponen rumus-rumus yang bisa dituliskan:

FCF = pendapatan bersih + [amortisasi + depresiasi + untung/rugi investasi + biaya penurunan nilai + kompensasi saham] - [(AR sekarang - AR sebelumnya) + (inventaris sekarang - inventaris periode sebelumnya) - (AP sekarang - AP periode sebelumnya)] - [PP&E periode sekarang - PP&E sebelumnya + Amortisasi dan Depresiasi Perusahaan]

Jaga Kesehatan Perusahaan dengan FCF Positif Bersama Peakflo

Pembuatan arus kas pada perusahaan memiliki berbagai manfaat, salah satunya untuk melihat bagaimana posisi keuangan di dalamnya. FCF, mampu menampilkan informasi penting terkait pemasukan dan pengeluaran. Data tersebut, juga memegang peran besar dalam menyusun strategi perusahaan ke depan.

ย 

Apabila perusahaan beroperasi dengan catatan laporan yang baik, maka kondisi tersebut juga akan menarik para investor. Tidak bisa dipungkiri bahwa, datangnya investor merupakan salah satu penunjang berkembangnya perusahaan. Hal ini, berkaitan langsung dengan nasib perusahaan ke depan.

Untuk itu, Peakflo hadir menawarkan jasa kesehatan perusahaan dengan perhitungan FCF positif untuk Anda. Melalui manajemen yang tepat, maka perusahaan bisa melaksanakan evaluasi dengan mudah untuk mengetahui perkembangannya. Dengan demikian, pengelolaan kas berjalan dengan efisien untuk periode selanjutnya.

Melihat dari cara menghitung arus kas bebas di atas, ada banyak hal yang perlu dikerjakan dengan sangat teliti. Hal tersebut, tentunya membutuhkan waktu yang lama apabila dikerjakan sendiri. Peakflo hadir untuk Anda dengan mempersingkat proses melalui perhitungan Account Payable (AP) dan Account Receivable (AR) yang berjalan otomatis.

Adanya layanan kesehatan perusahaan Peakflo, Anda dapat meningkatkan produktivitas tim. Sebab, pengelolaan laporan berjalan lebih lengkap dan menghasilkan data real time. Integrasi dua arah dengan memanfaatkan software membuat pekerjaan menjadi lebih hemat waktu.

Demikianlah penjelasan terkait Free Cash Flow beserta cara menghitungnya dengan formula yang ada. Data tersebut memiliki peran yang besar bagi suatu perusahaan, sehingga patut dikuasai. Selain FCF, penting bagi Anda untuk mengetahui apa itu invoice processing.

Cari tahu kesehatan dan prediksi cash flow untuk masa depan bisnis yang lebih cerah! โ˜€๏ธ

Masih Ingin Membaca?

Tinggalkan Komentar