fbpx
Home > Learning Center > Penting! Jenis dan Bentuk Buku Besar yang Wajib Diketahui

Penting! Jenis dan Bentuk Buku Besar yang Wajib Diketahui

Buku besar

Dalam akuntansi, ada yang disebut dengan buku besar. Biasanya, golongan buku ini akan difungsikan dalam perusahaan atau lembaga yang membutuhkan rincian laporan keuangan yang jelas. Pengertian buku besar adalah jurnal pembukuan yang berisi catatan kronologis transaksi keuangan.

Transaksi dicatat dalam buku besar dengan debit dan kredit yang sesuai dengan akun tertentu. Buku besar memberikan riwayat lengkap aktivitas keuangan suatu entitas, dan digunakan dalam penyusunan laporan keuangan. Mungkin belum banyak yang tahu, tapi faktanya jenis buku besar bukan hanya satu saja.

Jenis-jenis buku besar ini harus Anda pahami dengan baik. Jadi setidaknya ada dua buku besar yang harus dipahami. Selain informasi mengenai jenisnya, Anda juga harus tahu informasi mengenai dasar buku besar serta macam-macam bentuknya.

Dengan memahami semua informasi ini, maka Anda bisa mendalami penggunaannya dengan baik. Berikut informasinya untuk Anda:

Table of Contents

Dasar-Dasar Buku Besar Akuntansi

Sebelum membahas tentang jenis buku besar akuntansi, maka akan diberikan informasi mengenai dasar-dasar buku besarnya. Informasi ini, tentunya tidak boleh Anda sepelekan barang sekecil apapun. Karena, dasar-dasar ini akan berkaitan dengan jenis buku besar secara keseluruhan.

Percuma saja jika Anda paham dengan jenisnya, namun tidak paham dengan dasarnya. Maka, hal tersebut akan sangat disayangkan karena Anda juga akan kesulitan dalam pembuatannya. Untuk lebih jelasnya, simak informasi mengenai dasar-dasar berikut ini:

1. Isi Buku Besar

Jika dijabarkan isinya, buku besar memiliki tiga bagian utama yang harus dikenal. Aspek atau bagian pertama adalah piutang usaha, kemudian ada utang usaha, dan ada golongan penggajian. Jika sudah ada tiga golongan ini, maka isi buku besarnya sudah bisa dikatakan lengkap.

Setiap bagian tersebut, pasti akan memiliki rinciannya masing-masing. Tentunya, semua bagian akan berkaitan secara langsung dengan transaksi keuangan yang dijalankan oleh suatu perusahaan. Jadi semua transaksi atau kegiatan keuangan, akan masuk ke buku besar ini.

2. Proses Pencatatan

Dasar kedua yang harus Anda pahami adalah proses pencatatannya. Karena berkaitan dengan keuangan yang kompleks, pencatatan ini tidak bisa sembarangan. Ada sistem tersendiri yang dinamai dengan sistem entri ganda. Jika memanfaatkan sistem ini, maka prosesnya akan tepat.

Acuan utama dalam proses pencatatan ini, adalah keseimbangan atau balance. Apabila proses pencatatannya sembarangan, maka tidak akan ada keseimbangan yang didapat. Namun jika proses pencatatannya sudah sesuai dengan aturan, maka keseimbangan akan ditemukan.

Jenis Buku Besar

Setelah mengetahui informasi dasar-dasar tersebut, maka Anda akan diarahkan untuk mulai memahami jenis-jenis buku besar dalam akuntansi secara mendetail. Jika ada pertanyaan seperti sebutkan jenis yang terdapat pada buku besar, maka jawabannya ada pada bagian ini.

Sebenarnya, rincian buku besar ini terdiri dari golongan buku besar pembantu dan buku besar yang utama. Karena ada dua golongan, maka pada pembahasan ini akan diuraikan untuk Anda secara menyeluruh. Berikut penjelasan yang bisa Anda simak:

1. Buku Besar Umum

Untuk golongan yang pertama, ada buku besar umum sebagai pilar utama. Isi dari buku besar jenis ini adalah perkiraan secara menyeluruh dari piutang usaha, kas, modal, hingga persediaan utang usaha. Semua bagian ini, akan dimasukkan langsung dan dirincikan di buku besar umum.

Dengan adanya golongan buku besar umum ini, maka perusahaan bisa melakukan analisis dari pengaruh kewajiban, aktiva, dan modal dari perusahaan terkait. Nantinya, hasil yang didapat bisa dipakai untuk mengambil keputusan perusahaan selanjutnya.

2. Buku Besar Pembantu

Kemudian untuk jenis yang kedua adalah buku besar pembantu. Sebenarnya, analisis rincian buku besar pembantu ini dibedakan lagi menjadi dua jenis berbeda. Jenis buku besar pembantu terdiri dari golongan piutang usaha dan golongan pembantu utang. Golongan-golongan ini tentunya akan saling berkesinambungan.

Jadi jika aspek-aspek keuangan utama perusahaan akan dimasukkan di buku besar umum, sedangkan perinciannya akan dimasukkan dalam buku besar pembantu ini. Kehadiran golongan buku besar pembantu ini tidak bisa disepelekan dan tentunya harus diisikan sesuai dengan ketentuan.

Macam-Macam Bentuk Buku Besar

Jika jenis buku besar ada dua golongan, maka jumlah macam-macamnya akan berbeda lagi. macam-macam buku besar ini akan dibedakan berdasarkan bentuk dan susunan isinya. Untuk semua kebutuhan perusahaan, setiap macamnya harus dipahami dengan baik.

Buku besar ada berapa macam? Jika ada yang mengutarakan pertanyaan ini, maka jawabannya adalah empat macam. Ada empat golongan berbeda dengan bentuk-bentuk yang tidak sama. Agar lebih paham, simak ulasan berikut khusus untuk Anda:

1. Buku Besar Bentuk T

Untuk bentuk golongan yang pertama, ada buku besar bentuk T. Jika dibandingkan dengan golongan bentuk lainnya, maka buku besar T ini masuk jajaran fungsional paling sederhana. Karena termasuk sederhana, maka perusahaan yang belum terlalu besar masih sering memanfaatkannya.

Bentuknya sendiri mirip dengan huruf T. Dengan bentuk ini, susunannya akan terbagi di sisi kanan dan sisi kiri. Untuk sisi kanan, akan ada rincian kredit. Sedangkan untuk sisi kiri ada rincian debet. Kemudian untuk golongan nama dan kode akan terletak di sisi atas.

Meski termasuk golongan yang sederhana, namun buku besar dengan bentuk T ini tidak menghilangkan keakuratannya. Jadi meski memakai bentuk ini, proses perhitungan dan pencatatannya akan tetap tepat dan tidak akan mengurangi nilai serta fungsinya.

2. Buku Besar Bentuk Skontro

Kemudian untuk bentuk yang kedua adalah bentuk skontro. Sebenarnya, penamaan bentuk ini disesuaikan dengan bentuknya yang asli. Skontro memiliki arti terbagi atau bersebelahan. Hal ini bisa dibuktikan dengan bentuk buku besarnya yang bersebelahan antara debet serta kredit.

Selain bentuk T, buku besar skontro ini juga masuk jajaran yang paling sering difungsikan. Saat pelajar sedang mendalami ilmu akuntansi, maka bentuk skontro ini tidak akan terlewat untuk diajarkan. Hal ini dikarenakan masih banyak yang memakai, sehingga harus dipahami sejak dasar.

3. Bentuk Staffle Berkolom Saldo Tunggal

Bentuk ketiga yang harus Anda ketahui adalah bentuk staffle berkolom saldo tunggal. Berbeda dengan dua golongan di atas yang merincikan transaksi dengan kolom terpisah, maka bentuk ini hanya memiliki satu kolom. Karena hanya satu, maka semua transaksi akan dirincikan di dalamnya.

Biasanya, penggunaan model ini akan diperuntukkan untuk penjabaran transaksi yang banyak dan detail. Karena banyak yang harus diuraikan, maka akan lebih baik dan lebih pas jika kolom tunggal yang dipakai. Oleh sebab itu, bentuk yang satu ini juga marak dipakai.

4. Bentuk Staffle Berkolom Saldo Rangkap

Untuk golongan terakhir, ada bentuk staffle berkolom saldo rangkap. Namun jika kolom saldo tunggal hanya menyediakan satu kolom saja, maka untuk golongan ini akan ada pembagian menjadi dua kolom di satu kolom utama. Pembagian ini akan dipakai untuk kolom debit dan kredit.

Tujuan penggunaannya sendiri masih sama yaitu untuk menjabarkan transaksi yang lebih banyak dan detail. Namun karena sudah ada pembagian secara jelas antara debit dan kredit, maka jika Anda memakainya tidak akan bingung dan sudah ada alokasi yang jelas.

Melalui rincian jenis buku besar serta informasi pendukung di atas, tentunya Anda bisa langsung memahami penjelasanya dengan baik. Semua informasi tersebut penting untuk Anda pahami secara menyeluruh. Ayo baca artikel lainnya yang berhubungan dengan finansial.

Masih Ingin Membaca?